Selasa, 02 Maret 2010

Gempa Chili Mrupakan Gempa Yang Terbesar Dalam 50 Tahun Terakhir


Gempa 8,8 skala Richter yang mengguncang Chile adalah gempa terbesar di negara itu dalam 50 tahun. Presiden Chili Sebastian Pinera mengatakan sedikitnya 122 orang tewas dan gempa itu telah melumpuhkan infrastruktur di negara itu.

Gempa bahkan dirasakan di Buenos aires, ibu kota Argentina. Padahal kota itu berjarak 2.900 kilometer jauhnya dari pusat gempa.

Di Talca, 105 kilometer dari pusat gempa, suasana seperti kota hantu. Bangunan terbelah di mana-mana. Jalanan runtuh. Aliran listrik dan telepon terputus untuk beberapa wilayah. Sejauh ini belum diketahui jumlah korban di kota tersebut.

Di Santiago, salah satu kota besar di Chile yang terletak 325 kilometer dari pusat gempa, Museum seni disana rusak berat. Kota yang padat dengan apartemen itu berantakan. Bangunan apartemen hancur berceceran bak pancake dan menimpa sekitar 50 mobil. Alarm mobil pun meraung-raung. Sejauh ini belum banyak bantuan yang datang ke kota tersebut.

Bandara Santiago juga ditutup dalam waktu 24 jam. Beberapa bangunan di bandara itu rusak parah.

Di kota lainnya kejadiannya nyaris sama. "Saya sedang berada di lantai 8 ketika tiba-tiba bangunan runtuh dan saya jatuh.," kata Fernando Abarzua, warga Concepcion, kota kedua terbesar di Chili. Untung, Fernando tak mengalami luka serius.

Ada prediksi, sekitar 24 jam setelah gempa di Chili bisa menimbulkan gelombang tsunami di garis pantai Asia, terutama Jepang dan sekitarnya.

Seperti dilansir The Washington Post, Sabtu 27 Februari 2010, pejabat di Jepang dan Australia mengeluarkan peringatan dini ancaman tsunami.
Ancaman itu diprediksi akan terjadi hingga setelah 24 jam gempa dahsyat mengguncang barat daya Ibu Kota Chile, Santiago. Pacific Tsunami Warning Center yang berdomisili di Hawaii sudah mengeluarkan peringatan ancaman kemungkinan tsunami di wilayah itu.

Ancaman bencana tsunami akibat gempa dahsyat itu bisa secara luas mengancam garis pantai Asia. "Pejabat terkait harus segera mengambil tindakan tepat terkait ancaman ini," tulis Pacific Warning Center di Hawaii.



Kendati demikian, gelombang awal yang kemungkinan terjadi belum tentu merupakan yang terbesar dan tertinggi dari tsunami. Hal itu masih sulit diprediksi karena ancaman itu tergantung dari karakteristik topografi masing-masing garis pantai.

Gempa di Chili pada 1960 pernah mengakibatkan gelombang tsunami. Saat itu, gempa yang mengguncang Chili mencapai 9,5 skala richter.
Itu merupakan terkuat yang pernah tercatat. Sedikitnya akibat gempa itu 140 orang dilaporkan tewas di Jepang, 61 di Hawai dan 32 di Filipina.

Menurut Badan Meteorologi dan Geofisika Jepang, gelombang tsunami yang tercipta saat itu mencapai ketinggian sekitar 1-4 meter.

Gempa berkekuatan 8,8 skala richter (SR) mengguncang Chili sekitar pukul 13.34 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa berpusat di 35,826 lintang selatan dan 72,669 bujur barat, atau 317 km barat daya Ibukota Chili, Santiago. Gempa ini di kedalaman 59,4 kilometer di lepas pantai Maule, Chili.

Gempa ini diduga berakibat parah di Kota Concepcion, kota kedua terbesar di Chili. Concepcion hanya berjarak 115 kilometer dari pusat gempa di kedalaman 59 kilometer.

Pacific Tsunami Warning Center mengeluarkan rilis "sebuah peringatan tsunami untuk Chili dan Peru." Selain itu, tsunami juga diperkirakan bisa melanda Ekuador.

Related Posts



2 komentar:

Rock mengatakan...

Makasih infonya sobat...

Mas Joe mengatakan...

Semoga saja ini jadi pelajaran buat kita smeua bahwa saatnylah kita mulai mengkoreksi diri.

Poskan Komentar

The Hero © 2008 Dimiliki Oleh:
Eko Purwanto